Tampilkan postingan dengan label Astronomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Astronomi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Maret 2013

Fakta-Fakta Menarik tentang Matahari


Matahari adalah pusat tata surya kita. Bintang yang satu ini sangat istimewa karena perannya sangat menentukan bagi kehidupan di Bumi.

Berikut ini sekilas fakta-fakta menarik tentang matahari :

1. Diameter Matahari sekitar 1.390.000 km. Sementara diameter Bumi sekitar 12.740 km. Nah, bila Bumi dimasukkan dalam Matahari, Matahari bisa menampung sebanyak 109 Bumi. Ngga kebayang kan gedenya seberapa!!!

2. Suhu inti Matahari berkisar dari 15.000.000 derajat Celsius pada inti dalam, sedangkan pada inti luar suhu mencapai 7.000.000 derajat Celsius. Dan suhu pada permukaan matahari 'hanya' 6.000 derajat Celsius. Ini juga ngga kebayang gimana panasnya, kita aja di Bumi dengan suhu 35-40 derajat Celcius aja sudah kepanasan,
3. Lontaran massa korona (CME) tercepat yang teramati manusia terjadi pada 4 Agustus 1974, menjalar dari matahari ke bumi dalam waktu 14,6 jam dengan kecepatan hampir 10.000.000 km/jam.

Apa itu korona? Korona adalah bagian terluar dari atmosfer matahari. Korona luasnya beberapa juta mil dan suhunya mencapai 1.000.000 derajat Celcius. Lubang di korona terjadi ketika medan magnet matahari melompat ke angkasa.

Lubang korona inilah yang memungkinkan terjadinya angin matahari, aliran partikel energi yang menembus ke tata surya. Korona dan kromosfer hanya bisa diamati dengan teleskop khusus yang disebut kronagraf.

4. Adakalanya solar flares memanaskan permukaan matahari sampai 80.000.000 derajat Fahrenheit, yang berarti jauh lebih panas dari inti matahari. Solar flares adalah badai magnetik yang terjadi di permukaan matahari.

Awalnya, badai ini terlihat seperti titik yang sangat terang sebelum akhirnya meledak. Solar flares menghasilkan partikel energi yang sangat banyak dan gas dengan suhu tinggi yang dilepaskan ribuan mil dari permukaan matahari.

5. Prominensa (lidah api yang melengkung) bisa mencapai jarak 200.000 hingga 300.000 km pada korona matahari. Prominensa bisa berlangsung beberapa hari. Bila meledak, bisa memberi tambahan energi terhadap angin matahari.

6. Antara 10-12 Mei 1999, hampir tidak ada angin matahari. Hal ini menyebabkan magnetosfer bumi mengembang volumenya hingga lebih dari 100 kali.

Apa itu angin matahari? Angin matahari adalah pancaran aliran ion (partikel bermuatan) yang tak terputus oleh lubang korona. Angin matahari terpancar ketika medan magnet matahari melompat ke luar angkasa.

Dalam foto sinar X matahari, lubang korona tampak berwarna hitam dan bisa bertahan beberapa bulan atau tahunan. Angin matahari membutuhkan waktu sekitar 4,5 hari untuk mencapai bumi. Angin matahari menyebabkan ekor komet menjauh dari matahari dan terjadinya aurora di bumi dan planet lain.


7. Pada April 1947, bintik matahari mencapai ukuran maksimalnya sepanjang sejarah. Ukurannya lebih dari 330 kali luas Bumi.

Apa itu bintik matahari? bintik matahari adalah flek-flek yang berwarna hitam yang berada di kulit terluar matahari. Bentuk dan ukurannya bermacam-macam. Meski terlihat seperti sebuah titik di matahari, sebenarnya ukurannya sangat besar, bahkan lebih besar daripada bumi. Bahkan ada bintik matahari yang ukurannya 10 kali diameter bumi.

8. Pada 13 Maret 1989, wilayah Quebec Kanada mengalami padam listrik total karena badai geomagnetik. Perekonomian Kanada waktu itu mengalami kerugian sebesar US $ 6 Milyar.

9. Iklim Bumi menjadi lebih dingin pada tahun 1645-1715. Hal ini disebabkan karena bintik matahari yang siklusnya 11 tahunan tidak teramati.

10. Luas permukaan matahari = 11.900 kali luas permukaan bumi.

11. Massa matahari = 332,946 kali massa bumi

12. Jarak dari bumi adalah 8,31 menit kecepatan cahaya.

13. Dalam waktu 1 detik, matahari mengubah 4 juta ton bahan murni menjadi energi murni.

Rabu, 05 Desember 2012

12-12-12, Asteroid Berenergi Ledak 84 kali bom Hiroshima Mendekati Bumi

Tanggal 12 Desember 2012 diperkirakan akan banyak fenomena langka alam semesta, salah satunya asteroid Toutatis yang mendekati bumi.  Energi ledakan asteroid itu 84 kali bom Hiroshima.Seperti apa bentuk asteroid ini?
 


Berlangganan dengan provider internet berkualitas tentu menyenangkan terlebih bagi Anda yang hobi browsing.  Info menarik terbaru seperti yang satu ini tentu tak ingin dilewatkan.  Minggu depan, tepatnya pada Rabu (12/12/2012), asteroid tersebut akan melintas di titik terdekat dari Bumi.  Sebelumnya astronom telah menemukan asteroid ini pada 1934.

Memiliki ukuran 4,3 x 2,6 km dan massa 50 miliar ton, benda luar agnkasa ini sulit diamati bila hanya dengan mata telanjang.

"Pada 2012 ini perlintasan-dekat Toutatis akan terjadi pada 12 Desember 2012 pukul 13.40 WIB mendatang sejauh 'hanya' 6,95 juta km atau 'hanya' 18 kali lebih jauh dibanding Bulan," kata astronom amatir Ma'rufin Sudibyo lewat Facebook, Selasa (4/12).

Ia menilai bahwa Samudra Pasifik akan menjadi titik terdekat bumi dengan asteroid tersebut.  Wujudnya nanti sebagai bintik cahaya yang sangat redup, bermagnitud +8.  Magnitud menyatakan kecerlangan benda langit; semakin negatif, semakin terang.

Asteroid itu pun dijelaskan tidak akan menabrak bumi apalagi menimbulkan kerugian bagi manusia.  Tetapi bila asteroid ini jatuh di tanah maka energinya mencapai 84 kali bom Hiroshima.

"Asteroid bakal mengoyak titik tumbuknya menjadi kawah selebar 39 km dengan akumulasi panas mampu membakar obyek sejauh 700 km. Sementara itu, gelombang kejutnya mampu memorak-porandakan kawasan seluas 5,6 juta km persegi tanpa ampun," ujar Ma'rufin.

"Jika Toutatis jatuh di lautan, terbentuk megatsunami yang demikian masif sehingga pada jarak 10.000 km dari titik tumbuknya, gelombangnya masih setinggi 36 meter (periode 260 detik) yang menjalar secepat 200 km/jam," sambungnya.

Belakangan ini memang ada beberapa benda langit yang melintas di bumi dan menampakkan keindahannya.  Semoga saja asteroid Toutatis juga hanya melintah sebagai keindahan yang diamati, bukan bencana.

Jumat, 09 November 2012

Ilmuwan Menemukan Bintang Berlian 10 Trilliun2Miliar Karat



Astronesia-Menakjubkan!! Astronomer telah menemukan bintang berlian berisi 10 triliun triliun miliar karat. Ini serius loh, walau jumlah berliannya terkesan bercanda. Mungkin karena saking banyaknya kali.

Berlian kosmik adalah serangkaian karbon yang mengkristal dengan diamaeter 4.000 kilometer, dengan jarak sekitar 50 tahun cahaya dari Bumi di konstelasi Centaurus. Ini adalah bintang tua seperti matahari yang telah redup dan menyusut.



Para astronom telah memutuskan untuk menamakan bintang ini "Lucy" mirip lagu Beatles, 'Lucy in the Sky With Diamonds'.


"Anda membutuhkan sebuah alat pembesar perhiasan seukuran Matahari untuk berlian sebesar ini," kata astronom Travis Metcalfe, dari Pusat Harvard-Smithsonian untuk Astrofisika, pemimpin tim peneliti yang menemukannya.

Bintang berlian sepenuhnya jauh lebih unggul dari berlian terbesar di Bumi, Golden Jubilee 546 karat, yang dipotong dari batu dan dibawa keluar dari tambang Premier di Afrika Selatan.


Berlian kosmik yang sangat besar - secara teknis dikenal sebagai BPM 37093 - sebenarnya adalah White Dwarf yang mengkristal. White Dwarf adalah inti panas bintang, yang tersisa setelah bintang menggunakan bahan bakar nuklirnya dan mati. White Dwarf sebagian besar terdiri dari karbon.

Selama lebih dari empat dekade, astronom telah berpikir bahwa interior White Dwarf telah mengkristal, tapi bukti langsung didapatkan mungkin baru-baru ini saja.

White Dwarf tidak hanya bersinar tetapi juga cincin seperti gong raksasa yang mengalami pulsations konstan.

"Dengan mengukur pulsations tersebut, kami mampu untuk mempelajari interior tersembunyi dari White Dwarf, seperti pengukuran seismograf gempa bumi yang memungkinkan ahli geologi untuk mempelajari interior bumi."

"Kami menemukan bahwa karbon interior White Dwarf ini telah menguat dan membentuk berlian terbesar di galaksi," kata Metcalfe.


Astronom berharap Matahari kita akan menjadi White Dwarf ketika mati 5 miliar tahun dari sekarang. Sekitar dua miliar tahun setelah itu, inti bara matahari akan mengkristal juga, meninggalkan berlian raksasa di pusat tata surya.

"Matahari kita akan menjadi sebuah berlian yang benar-benar ada selamanya," kata Metcalfe.

Selasa, 19 Juni 2012

7 Hal Yang Disalahartikan Sebagai UFO

 
Awan yang berbentuk aneh saja bisa meyakinkan orang bahwa itu adalah UFO. Berikut adalah 7 hal yang seringkali disalah artikan sebagai UFO.

7. Petir
Penampakan UFO misterius biasanya disertai fenomena alam sprite sebagai pemicu badai. Sprite bersama petir dari badai menghasilkan cahaya terang yang menari di angkasa. Sprite berbentuk bola listrik, meski terkadang berbentuk garis atau sulur. Sprite musim dingin umum ditemui di belahan bumi utara selama musim dingin.

6. Pengujian rudal
Pada Desember 2009, pertunjukan spektakuler spiral cahaya muncul di langit Norwegia utara. Spiral raksasa dengan sinar hijau-biru menerangi langit dengan pola rintik hujan. Terlihat seperti lubang cacing ke dimensi lain, tapi ternyata hanya rudal Rusia yang gagal meluncur, menurut keterangan kementerian pertahanan Rusia.

5. Formasi awan aneh
Oktober lalu, beredar rekaman halo raksasa di langit Moskow di YouTube. Video itu memicu rumor UFO. Pada satu titik, benda itu mengeluarkan lingkaran. Bahkan, siaran radio Rusia mulai memanas. Badan meteorologi mengkonfirmasi, lingkaran itu hanya ilusi optik dari sinar matahari. Peristiwa itu terjadi di awan cirrus atau cirrostratus, yang banyak memiliki es dan air super dingin. Sifat fisik awan ini tak stabil, jika terganggu angin jet maka akan terbentuk lubang.

4. Balon
Pada sore 13 Oktober, ratusan orang Manhattan melihat sekelompok benda keperakan, mengkilap berkilauan. Awalnya mereka menduga UFO. Kilauan itu ternyata berasal dari 12 balon helium dari sebuah pesta pertunangan di Milestone School Mount Vernon, Westchester County.

3. Venus
Venus sering kali disalahtafsirkan sebagai UFO. Planet kedua ini sering muncul seperti cahaya terang menggantung di langit matahari terbenam dan perlahan melayang saat senja. Karena Venus mengorbit matahari dan berada dalam orbit bumi, orang sering keliru menganggapnya UFO bergerak.

2. Pesawat terbang
Inilah bukti objek di langit dapat menyebabkan kegemparan yang tampak lucu. Senin lalu, sebagian besar warga AS bangun melaporkan misteri meluncurkan rudal di pantai California. Penampakan itu didukung video. Departemen Pertahanan melaporkan tak ada jadwal peluncuran rudal, NORAD dan USNORTHCOM. Setelah penyelidikan menyeluruh, ahli mengatakan hal itu hanyalah jejak jet biasanya.

1. Percobaan Militer
Akhir 1940-an dan awal 1950-an merupakan puncak pelacakan UFO dan alien di New Mexico, karena di sana Angkatan Udara telah melakukan beberapa riset rahasia. Salah satu programnya dikenal sebagai Proyek Mogul melibatkan balon mengambang membawa mikrofon untuk mengambil gelombang suara yang dihasilkan oleh tes bom atom Soviet. Angkatan Udara mengkonfirmasi kecelakaan salah satu balon pada 1947 menciptakan puing dan melahirkan Insiden UFO Roswell.

Rabu, 13 Juni 2012

10 Misteri Besar Dunia yang Telah Terungkap

Kita semua cinta misteri - dan selalu menyenangkan untuk membaca tentang misteri baru dan menarik sambil mencoba untuk mencari pemecahannya secara logika, juga menyenangkan untuk mendengar tentang misteri yang tidak misteri lagi, atau untuk mendengar penjelasan rasional potensial tentangnyaa. berikut ini adalah tentang 10 misteri terkenal, dan upaya untuk menjelaskannya.


10 Wajah Manusia Di Planet Mars

Wilayah Cydonian di Mars menarik banyak perhatian karena salah satu bukit di daerah itu tampak seperti buatan manusia. Wilayah ini pertama kali dicitrakan secara rinci oleh pengorbit Viking 1, yang diluncurkan pada tahun 1975. Beberapa gambar yang diambil oleh Viking, termasuk yang diambil pada tahun 1976 menunjukkan bahwa salah satu mesa Cydonian memiliki bukit berpenampilan wajah. Para ilmuwan menganggap wajah sebagai trik cahaya dan bayangan, tetapi kemudian gambar kedua juga menunjukkan wajah pada sudut-matahari yang berbeda.




Hal ini menarik perhatian dari organisasi intelijen luar Bumi, dan beberapa host talk show yang percaya bahwa gambar Wajah adalah sebuah hasil dari peradaban Mars yang lama hilang. Kebanyakan ilmuwan masih memegang kepercayaan bahwa wajah itu hanya konsekuensi dari melihat kondisi.


Pada tahun 2003, ketika badan antariksa Eropa meluncurkan Mars Express, mampu menggabungkan data dari kamera stereo resolusi tinggi dan membuat representasi 3D dari "Wajah di Mars". Gambar paling baru (bawah) akan membuat yang percaya dengan teori mahluk mars akan terdiam bahkan yang paling setia.
Gambar menunjukkan sisa massif, diperkirakan telah terbentuk dari tanah longsor dan bentuk awal pembentukan puing-puing apron, tetapi tidak ada wajah yang terlihat.


9. Batu Suku Ica


BAtu Ica adalah batu yang ditemukan di sebuah gua di Peru. Gua tempat penemuan tidak pernah diidentifikasi. BAtu itu telah diukir dengan ukiran orang-orang Aztec melawan dinosaurus, ikan punah, operasi jantung terbuka dan hal-hal lainnya yang menunjukkan peradaban maju.

Seorang petani ditangkap karena menjual batu-batu (yang diklaim bersejarah) untuk wisatawan, tapi kemudian ia mengakui mereka membuatnya sendiri.

Untuk mendapatkan kesan kuno, ia mengatakan ia meninggalkan batu-batu di kandang ayam, dan membiarkan ayam melakukan efek-efek korosi dan efek perubahan alam lainnya, banyak Orang Lain juga telah membuat dan menjual Ica Stones.Tidak ada bukti dari sebuah peradaban di daerah itu, tidak ada puing-puing, tulang atau apapun.



8. Mary Celeste 



Kapal Mary Celeste ditemukan terapung di laut tanpa awaknya. Cerita bermual dari ditemukannya makanan , masih panas dan siap untuk dimakan, kapal yang ditemukan ditinggalkan tapi tanpa barang pribadi yang diambil, dengan bekas hangus berupa lingkaran aneh di dek - diklaim menunjukkan penculikan alien.



Yang benar adalah jauh lebih membosankan. Kapal Mary Celeste kemungkinan menurut tanda-tandanya ditinggalkan krunya cengan terburu - buru. Juga diklaim kapal itu membuat suara-suara aneh. Kapten mungkin mengira kapalnya tenggelam, sehingga ia pergi dengan krunya.



7 .Segitiga Bermuda



Segitiga Bermuda merupakan kawasan segitiga laut Atlantik di mana sejumlah besar kapal dan pesawat telah jatuh, atau menghilang, tanpa jejak. Namun, banyak kapal-kapal dan pesawat yang menghilang yang diklaim di Segitiga Bermuda tidak benar-benar lenyap di Segitiga Bermuda. Selain itu, kemungkinan karena jumlah lenyapnya pesawat / kapal dan kecelakaan tidak lazim bagi suatu daerah seluas itu .

Kisah Segitiga Bermuda telah dikembangkan karena histeria media dan penulis yang terobsesi dan ingin dipublikasikan.



6. Perhitungan kalender Suku Maya

Satu-satunya hal misterius di sini adalah Suku Maya itu sendiri, dan bagaimana mereka menyusun kalender.Kalender terlihat seperti ini, 12.18.16.2.6, meskipun ini bukan tanggal hari ini. Jumlah hitungan akan sampai pada akhirnya suatu hari, ketika sudah mencapai jumlah tertentu, dan akan diatur ulang kembali ke angka nol dan nomor awal berikutnya untuk kalender itu adalah satu. dengan kata lain seperti di RESET !!

Hitungan kalender suku Maya kuno akan berakhir pada tahun 2012, sehingga orang memprediksi dunia akan berakhir juga.

Pikirkan kalender Maya sebagai odometer, ketika nomor mencapai nol, mereka akan mulai menghitung naik dari satu lagi. Sebenarnya nggak ada misteri di sini


5. Monster LochNess


monster Loch Ness, diduga sebuah Plesiosaurus yang tersisa dari masa dinosaurus. Ada sonar's yang telah melihat 'sesuatu', foto dll untuk mendukung keberadaan Rakasa Loch Ness.
Apa yang belum ada, adalah pemikiran dengan akal sehat. Legenda LochNess telah ada selama lebih dari 1500 tahun. Itu adalah salah satu mosnter yang sangat tua.

Tentu saja, monster itu bisa berkembang biak, tapi itu berarti sebuah keluarga monster.

Jadi Bagaimana dengan banyaknya monster tapi tidak ada bukti yang pasti? Adakah Sebuah foto yang jelas yang tidak dapat dibantah ? Tapi sampai hari ini tidak ada apa-apa kecuali banyak turis dengan obsesi.


4. Bigfoot


Bigfoot adalah kera prasejarah yang tampak seperti binatang. berbulu dan memiliki kaki besar.


Seperti dengan MonsterLoch Ness, hanya ada foto buram dan jejak kaki yang dipertanyakan kebenarannya. Sama seperti Rakasa Loch Ness, tidak ada bukti nyata dari keberadaan Bigfoot. Tidak ada kotoran bigfoot, tidak ada tulang, tidak ada artifak. untuk pembuktian, Tidak ada, kecuali banyak penampakan. Akhirnya,Bigfoot mungkin salah satu bagian dari sebuah imajinasi liar dari beberapa orang.


3. Kain Kafan dari Turin



Kain Kafan dari Turin adalah kain yang diduga digunakan untuk membungkus Yesus setelah kematiannya. Wajah Yesus secara ajaib ditemukan di kain. Beberapa darah, tipe AB ditemukan pada kain.


Pertama,
 golongan darah AB ditemukan pada pita yang digunakan untuk mengangkat fibril pada kain kafan dan bukan pada kain kafan itu sendiri.
Kedua, 
bisa jadi darah siapa pun, dari siapa pun yang pernah menangani kain kafan.
Terakhir, 
darah tua yang mengering adalah hitam sedangkan noda pada kain kafan berwarna merah.

Ini sangat memungkin Satu teori bahwa model laki-laki dicat dan dibungkus dalam kain kafan untuk menciptakan sosok Kristus. cat Vermillion terpampang pada model pergelangan tangan, kaki dan tubuh untuk membuat darah.

Dan setelah dianalisa, kain kafan telah menunjukkan bekas pigmen cat yang umum digunakan pada abad 14.


2. Astrology 



Astrologi adalah praktek memeriksa bintang-bintang untuk memberitahu kami tentang masa depan kita.Orang yang lahir pada waktu tertentu bulan memiliki tanda bintang tertentu, misalnya, Leo, lahir di bulan Juli / Agustus. Dimana beberapa tanda bintang harian mungkin akurat,dan hal ini kebetulan.

Tidak ada cara banyak tua, mungkin bintang mati dapat memberitahu kita tentang masa depan.

Tanda dari Bintang Sehari -hari disimpan cukup jelas bahwa mereka bisa diterapkan pada apa pun.

Misalnya, "Anda akan bertemu dengan seseorang yang baru hari ini", dan ternyata kita bertemu dengan orang baru setiap hari ,baik di toko, bus, dan dimanapun


1 . Mayat Yang tidak Membusuk


Mayat yang Abadi adalah mayat yang telah "diawetkan tanpa pembalseman atau sarana buatan lainnya '. Yang paling terkenal adalah St Bernadette Soubirous (di atas), yang meninggal pada tahun 1879.
Wajah dan tangannya terbuat dari lilin. Lilin telah ditambahkan karena wajahnya menjadi lebih kurus ketika ia pertama kali digali. mayat lain mengeluarkan bau yang manis, mirip dengan cairan pembalseman.

Lainnya masih disebabkan oleh cara mereka dikuburkan,bisa di tanah alkali, yang kekurangan oksigen sehingga tidak ada bakteri dan cacing.

Selasa, 05 Juni 2012

Bersiap Lihat Transit Venus yang Langka

Transit Venus adalah peristiwa saat posisi planet tersebut berada di antara Matahari dan Bumi sehingga akan tampak sebagai titik hitam yang bergerak di muka Matahari. Kejadian alam yang langka ini akan terjadi 6 Juni 2012 mendatang.


Mengapa langka? Transit Venus terjadi hanya dua kali dalam satu abad. Uniknya, antara transit pertama dan kedua jaraknya 8 tahun, namun peristiwa berikutnya harus menunggu lebih dari seabad, 121 tahun atau 105,5 tahun tergantung periodenya.
Transit Venus terakhir kali terjadi tahun 2004 dan berikutnya akan terjadi 6 Juni 2012. Setelah itu, baru tahun 2117 transit Venus akan kembali terjadi.


Artinya transit Venus mendatang pada 6 Juni 2012 mungkin kesempatan terakhir bagi sebagian besar orang yang hidup saat ini untuk menyaksikannya kecuali berumur panjang lebih dari 100 tahun.


Muhammad Rayhan, Ketua Himpunan Astronom Amatir Jakarta (HAAJ) mengatakan, Venus yang memiliki periode revolusi mengelilingi Matahari rata-rata sekitar 200 hari sementara Bumi yang 365 hari memang akan selalu pada posisi sejajar setiap 19 bulan yang jatuh Juni atau Desember.


Namun, tidak setiap kalau terjadi transit Venus. Hal ini karena orbit Bumi dan Venus punya perbedaan sekitar 3,4 derajat. Posisi sejajar dan lurus hanya terjadi berulang dengan periode 8 tahun, 121 tahun, 8 tahun, dan 105,5 tahun.


Transit hanya terjadi untuk dua planet inferior atau planet dalam yakni Merkurius dan Venus. Hal ini karena kedua planet itulah yang mungkin melintas di antara Bumi dan Matahari. Sementara planet lainnya tidak mungkin terjadi transit dengan Matahari.


"Karena kedua planet di antara obit Bumi dan Matahari. Mars dan lainnya punya orbit di luar Bumi," jelas Rayhan.
  
 
Foto: bma2.org
 Beginilah transit venus akan terlihat, ada noktah hitam mengorbit pada matahari

Sayangnya, pada peristiwa transit Venus tanggal 6 Juni 2012, tidak seluruh daerah yang bisa mengamatinya. Beruntung, seluruh wilayah Indonesia masuk dalam wilayah pengamatan.

Wilayah Indonesia Timur dapat mengamati peristiwa tersebut dari awal hingga akhir yang berlangsung sekitar 6 jam. Sementara wilayah Indonesia barat dapat mengamati lebih dari 5 jam.

"Sejak pertama kontak sampai selesai dari Jakarta bisa diamati mulai pukul 05.10 pagi," kata Rayhan.

Namun, karena pada saat transit dimulai Matahari belum terbit, pengamatan baru bisa dilakukan beberapa menit kemudian hingga berakhir pukul 11.00.

Awan Gas Sebesar Bumi Aktifkan Lubang Hitam (Blackhole) di Bima Sakti

Dalam galaksi Bima Sakti terdapat sebuah Lubang Hitam atau Blackhole yang super besar yang sedang tertidur dan akan segera terusik oleh awan gas seukuran bumi.

Penemuan fenomena ini adalah berkat Very Large Telescope ESO, yang dimana para astronom menemukan awan kiamat itu. Awan gas sebesar Bumi ini akan aktifkan lubang hitam tersebut di Bima Sakti, yaitu dengan kecepatan hantaman 8 juta km/jam.

Ilustrasi: Supermassive Black Hole

Dari peristiwa ini, para astronom berharap mendapat pendangan mengenai lubang hitam di jantung Bima Sakti ini melalui penelitian pada ledakan radiasi akibat tabrakan tersebut. Peristiwa ini akan menjadi penelitian pertama saat tabrakan pada lubang hitam ini.

Menurut tim ilmuwan dari Universitas Leicester di Inggris, temuan-temuan itu bisa ikut menjelaskan fenomena misteri terjadinya cahaya-cahaya terang yang menyembur dari lubang hitam di tengah Bimasakti sekitar sekali sehari.

Tim astronom Inggris itu melakukan studi mereka dengan data yang dikumpulkan oleh Observatorium X-ray Chandra milik Badan Antariksa Amerika (NASA).

Tim ilmuwan itu mengatakan analisa mereka mengenai data Chandra menunjukkan bahwa lubang hitam Bimasakti, atau yang dikenal sebagai Sagittarius-A, dikelilingi oleh awan raksasa yang mengandung triliunan asteroid dan komet yang tertangkap dan terjebak oleh kekuatan gravitasi bertenaga tinggi hingga akhirnya tersedot masuk ke lubang hitam tersebut.

Para ilmuwan sains itu mengestimasi bahwa setiap asteroid yang melintas dalam kisaran 160 kilometer dari Sagittarius-A kemungkinan mengalami nasib mengerikan yaitu terpecah belah dan menguap sewaktu ditarik masuk ke dalam ruang hampa yang tak terhindarkan dalam lubang hitam itu. Gesekan yang terjadi semasa proses penguapan dahsyat itu menimbulkan cahaya tadi.

Gravitasi setiap lubang hitam ini begitu kuat sehingga tidak ada yang bisa lolos, bahkan cahaya pun tidak bisa lolos.

Menurut tim ilmuwan itu, asteroid-asteroid berukuran sedikitnya 10 kilometer akan cukup besar untuk menyebabkan sejenis cahaya-cahaya X-ray yang ditemukan oleh Observatorium Chandra.

Cahaya-cahaya itu berlangsung selama beberapa jam dengan tingkat sinar mulai dari beberapa kali hingga hampir 100 kali lebih besar daripada produksi reguler lubang hitam.

Tim ilmuwan Universitas Leicester memperhitungkan bahwa lubang hitam Sagittarius-A mungkin telah ‘melahap’ triliunan asteroid semasa hidupnya yang selama 10 miliar tahun. Studi baru tersebut dimuat dalam jurnal Nature.

Pada umumnya, kalangan astronom percaya ada sebuah lubang hitam di pusat hampir semua galaksi di alam semesta ini. Fenomena galaksi raksasa itu, dikenal sebagai lubang-lubang hitam super besar dengan tingkat kepadatan miliaran kali dari Matahari dan mampu menelan benda-benda luar angkasa seperti asteroid, komet, planet bahkan bintang.

Minggu, 27 Mei 2012

Kisah Tentang Supermoon si Bulan Super

Bersamaan dengan dirilisnya The Avengers yang ceritanya tentang para superhero dunia Marvel. Di langit akan muncul superhero lainnya yang sepertinya seminggu ini jadi pertanyaan dan pembicaraan masyarakat. Supermoon a.k.a si Bulan Super!

Kalau bulannya jadi super apa bedanya dengan bulan yang kita lihat setiap saat? Apa efeknya pada Bumi?

Jawabannya sih… tentu saja tidak ada yang perlu dikuatirkan. Supermoon a.k.a Bulan Super ini bukan jagoannya Bulan dan tidak akan memberi efek apapun pada Bumi. Tidak akan ada bencana kok.


Foto: quatroolho.com.br

Lantas apa itu fenomena Supermoon?

Istilah supermoon sebenarnya bukan istilah yang diberikan oleh para astronom. Istilah supermoon merupakan terminologi yang diberikan oleh para astrolog untuk fenomena ketika Bulan berada di fasa Purnama. Apa bedanya dengan fasa Purnama lainnya?

Supermoon terjadi ketika Bulan berada dalam fase purnama. Dan tidak hanya itu, Bulan Purnama tersebut haruslah bersamaan dengan posisi Bulan yang sedang berada pada jarak terdekat dengan Bumi atau sedang di titik perigee.

Bulan purnama merupakan fenomena yang terjadi setiap bulan. Dan tentunya dalam peredaran mengitari Bumi, Bulan akan selalui melalui titik perigee ketika ia berada paling dekat dengan Bumi (ingat bentuk lintasan itu ellips jadi ada saat ketika ia berada paling dekat dan paling jauh dari Bumi).

Tapi, ketika Bulan berada di titik perigee, ia tidak berada di jarak yang tepat sama dari tahun ke tahun. Ada variasi posisi perigee yang dilalui Bulan di sepanjang tahun.

Ketika Bulan sedang purnama, ia tidak selalu sedang berada pada posisi perigee. Tapi setiap tahun, ada saat ketika Bulan Purnama bertepatan atau sangat dekat dengan posisi Bulan di perigee.

Fenomena inilah yang dikenal sebagai fenomena supermoon di kalangan para astrolog (ingat astrolog dan bukan astronom!).

Perbandingan penampakan Bulan yang diambil dalam rentang 30 jam sebelum supermoon maret 2011.
Kredit : Ramiz Qureshi, Karachi, Pakistan & Universe Today

Di tahun 2012, fenomena supermoon a.k.a Bulan super ini terjadi di bulan Mei ketika Bulan sedang berada di titik terdekat dengan Bumi pada jarak 356.953 kilometer. Yang menarik Bulan mencapai titik perigee pada tanggal 6 Mei jam 10.33 wib dan 2 menit kemudian bulan mencapai fase purnama.

Pada saat itu, bagi pengamat di Bumi yang terbiasa mengamati Bulan mereka akan mendapati Bulan tampak 14% lebih besar dan 30% lebih terang dibanding Bulan Purnama lainnya di tahun 2012. Tapi bagi mereka yang tidak terbiasa mengamati Bulan, maka tidak akan tampak perbedaan apapun.


Bulan Purnama saat di perigee akan tampak lebih besar 14%. kredit: NASA

Apa efeknya? Dalam siklus alamiah, Bulan mempengaruhi terjadinya gaya pasang surut laut di Bumi, dan ketika Bulan 'mendekat', tentulah pengaruh gravitasi Bulan menjadi lebih besar. Tetapi apakah bisa menimbulkan bencana?


Posisi Bumi-Bulan-Matahari dan kaitannya dengan pasang surut. kredit : Boomeria.org

Mari kita sedikit berhitung dengan matematika. Ambil rata-rata jarak Bumi-Bulan 382.900 km, sedangkan pada tanggal 6 Mei 2012, Bumi-Bulan berjarak 356.953 km, atau 'mendekat' sejarak 25.947 km, atau hanya 6,7% lebih dekat dibanding rata-rata.

Dengan jarak cuma 6,7% lebih dekat, tentunya yang terjadi hanya fenomena alami yang memang terjadi setiap saat. Efek pasang surut yang terjadi juga tidak memberikan perbedaan yang signifikan.

Bahkan meskipun Bulan Purnama terjadi saat berada di titik terdekat dengan Bumi pun, menurut studi geofisika tidak banyak ditemukan dampak signifikan pada keseimbangan energi Bumi.

Bulan purnama 5 Mei 2012. kredit : langitselatan

Kejadian menarik lainnya setelah bulan berada di posisi perigee pada tanggal 6 Mei, pada tanggal 19 Mei, Bulan akan berada pada titik terjauhnya dari Matahari pada jarak 406.500 km dan 2 hari kemudian pada tanggal 21 Mei jam 06.54 wib terjadi Gerhana Matahari Cincin.

Sang gerhana matahari cincin ini akan terjadi ketika Bulan berada pada sisi terjauhnya dan Matahari - Bulan - Bumi sejajar. Karena berada di titik terjauh, piringan Bulan akan 'tampak' lebih kecil sehingga Matahari akan tampak seperti cicin api bagi para pengamat yang beruntung melihat fenomena ini.

Sayangnya, fenomena Gerhana Matahari Cincin 21 Mei tersebut tidak akan dapat dinikmati oleh masyarakat Indonesia.

Selasa, 27 September 2011

Bumi adalah Jupiter yang Gagal

Planet-planet batuan, termasuk Bumi, sejatinya merupakan planet gas raksasa seperti Jupiter yang gagal terbentuk. Ini berdasarkan teori pembentukan planet terbaru yang diungkapkan oleh Sergei Nayakshin, astronom University of Leicester, seperti diberitakan Space.com.

Teori pembentukan planet yang umumnya dipercaya saat ini adalah akresi inti. Mulanya, ada piringan gas raksasa di sekitar bintang yang baru lahir.


http://assets.kompas.com/data/photo/2011/09/19/1720594620X310.jpg

Partikel debu pada piringan itu bergabung membentuk objek yang lebih besar disebut planetesimal yang kemudian membentuk struktur yang lebih besar.

Akibat proses itu, massa yang terbentuk pun lebih besar. Pada satu massa tertentu, disebut massa kritis, gravitasi akan menarik massa gas dari piringan yang terdapat di sekitar gumpalan tersebut.

Demikianlah, planet batuan kemudian terbentuk dari proses yang panjang dan rumit tersebut.

Teori baru yang diajukan Nayakshin disebut tidal downsizing. Berdasarkan teori ini, gumpalan gas pada awalnya terbentuk di zona yang jauh dari tempat planet umumnya ditemukan sejauh ini.

Dalam prosesnya, gumpalan gas mendingin dan menyusut menjadi planet yang masih tergolong massif, sekitar 10 kali ukuran Jupiter.

Selama penyusutan berlangsung, partikel debu yang terdapat dalam piringan gas bergabung menjadi lebih besar dan kemudian "jatuh" ke bagian tengah gumpalan gas, membentuk padatan yang solid di sana.

Di sinilah akhirnya terbentuk planet batuan primitif dengan pembungkus gumpalan gas di luarnya.

Peristiwa selanjutnya, piringan gas membawa planet primitif ini mendekati bintangnya. Gas pembungkus planet primitif ini kemudian "dimakan" oleh bintang induknya.

Bagian yang "selamat" hanya inti berwujud padat dan sebagian gas, terselamatkan karena massa jenisnya yang tergolong besar.

Proses perampasan gas pembungkus inilah yang kemudian membentuk planet Super Earth atau planet batuan seperti Bumi.

Dengan kata lain, Super Earth dan planet batuan pada dasarnya adalah planet gas yang tak memiliki kesempatan untuk tumbuh dewasa karena mekanisme di semesta serta "kejahatan" sang bintang.

Nayakshin menguraikan teori baru pembentukan planet ini di Monthly Notice jurnal Royal Astronomical Society yang terbit Agustus lalu.

Ia mengakui, sebagai sebuah teori baru, masih banyak kelemahan yang harus ditutupi dan masih harus diuji. Ia berharap para ilmuwan berkenan mengkaji lebih lanjut teori yang dipaparkannya.

Menanggapi teori Nayakhsin, Aaron Boley dari University of Florida yang melakukan penelitian tentang pembentukan planet gas raksasa mengatakan bahwa proses tidal disruption memungkinkan kehidupan berevolusi pada sistem bintang yang lebih bervariasi.

"Ini cara lain alam menciptakan planet," kata Boley. Makin banyak planet, makin besar potensi kehidupan.

Nayakhsin sendiri mengatakan, model akresi inti dan tidal disruption memiliki langkah-langkah fisik yang sama tetapi proporsinya berbeda.

"Dalam hal ini, model finalnya mungkin adalah gabungan," katanya. Ia juga menbambahkan bahwa planet batuan yang terbentuk pada proses tidal disruption mungkin berukuran "nol sampai 10 massa Bumi."

Senin, 08 Agustus 2011

Juno, Satelit Pemantau Jupiter

Juno, satelit ruang angkasa milik NASA berbobot sekitar 3.267 kilogram akan melakukan perjalanan panjang ke Jupiter menggunakan tenaga matahari. Sejauh ini, ia merupakan pesawat tak berawak pertama yang pergi ke tempat yang jauh, hingga ke Jupiter, dengan hanya mengandalkan sel surya.

Seperti diketahui, Jupiter mengorbit sekitar 644 juta kilometer lebih jauh dibanding jarak Matahari dengan Bumi. Di daerah itu, sinar Matahari 25 kali lebih redup dibandingkan dengan cahaya Matahari yang sampai ke Bumi.

Untuk itu, Juno perlu kawasan pengumpul cahaya yang canggih agar mampu menghasilkan listrik dengan jumlah cukup. Oleh NASA, Juno dilengkapi oleh tiga susunan sel surya, masing-masing sebesar traktor gandeng. Sel surya sebanyak 18.698 per susun akan menghasilkan energi sebesar 400 watt saat di Jupiter.

Dikutip dari Space.com, 7 Agustus 2011, saat Juno keluar dari Jupiter, pada Juli 2016, ia akan mendiami orbit kutub yang sangat loncong, bergerak hingga jarak terdekatnya mencapai 5 ribu kilometer dari puncak awan planet raksasa itu.

Pada ketinggian ini, Juno akan melihat planet itu secara Jelas, meski membahayakan. Pasalnya, Jupiter sendiri memiliki lingkungan radiasi terkuat dibanding benda lain di tata surya, selain Matahari. Inilah alasan mengapa para peneliti membungkus instrumen dan elektronik sensitif dengan perlindungan berbahan titanium.

Di sana, Juno juga akan mengukur medan gravitasi dan magnet Jupiter dalam rangka menentukan apakah planet itu punya inti yang padat, dan jiga punya, mengukur seberapa besar inti tersebut. Dan berhubung ia akan terbang di atas kutub Jupiter, ia akan mampu melihat aurora Jupiter, fenomena yang di Bumi kerap disebut Northern dan Southern Lights.

Dalam misi selama setahun Bumi, Juno akan mengitari Jupiter sebanyak 33 kali sebelum secara sengaja dihantamkan ke Jupiter. Namun ilmuwan akan memastikan bahwa Juno tidak akan menghantam salah satu dari 64 buah bulan milik planet itu, yang kemungkinan memiliki kehidupan di dalamnya.

sumber : vivanews.com

Sabtu, 06 Agustus 2011

9 Fakta Jagad Raya yang Menakjubkan

 1. Venus, Sang Dewi Cinta, adalah planet yang paling terang di tata surya kita.


2. Meskipun berukuran dan mempunyai gaya gravitasi yang sama dengan Planet Bumi, Atmosfer Venus penuh dengan asam sulfur yang mematikan.


3. Tertutupi oleh lapisan tipis batu-batuan, Merkurius adalah sebuah bola besar yang terbuat dari besi dan mempunyai gaya tarik yang kuat untuk planet seukurannya.


4. Magnet yang paling kuat di jagad raya adalah Magnetar, suatu bintang neutron yang langka. Sampai saat ini baru ditemukan 10 penemuan Magnetar.


5. Matahari kita sangat jauh jaraknya sehingga jika bahan bakarnya telah habis, kita tidak akan menyadarinya sampai 8 menit kemudian.


6. Planet Merah, Mars, tidak mempunyai lapisan ozon dan tidak memiliki pelindung apapun terhadap sinar ultra violet. Hal ini membuatnya tidak dapat ditinggali oleh manusia.


7. Dengan meneliti meteorit-meteorit yang ditemukan di Bumi, kita dapat mengetahui bahwa umur Planet Bumi adalah�4,6 milyar tahun.


8. Planet Jupiter berputar pada porosnya (berotasi) dengan kecepatan yang menakjubkan sehingga menimbulkan angin dengan kecepatan ratusan mil per jam di atmosfernya. Kayak gasing gan !!! (bumi kita kan berotasi 24 jam jadi siang 12 jam malam 12 jam, kalau jupiter siang malamnya gimana tuh?)


9. Planet Saturnus adalah sebuah bola raksasa yang terbuat dari gas, sehingga planet ini dapat mengapung di atas air.

NASA Temukan 'Aliran Sungai' di Mars

Kamera High Resolution Imaging Science Experiment (HiRiSE) yang ada pada Mars Reconaissance Orbiter (MRO) berhasil menangkap citra guratan pada kawah curam di Mars.

Para ilmuwan mempercayai, guratan tersebut merupakan tanda keberadaan air yang mengalir layaknya sungai.


http://assets.kompas.com/data/photo/2011/08/05/1011258620X310.jpg

"Ini adalah air masa kini, bukan yang terdapat di masa lalu," kata Alfred McEwen, pakar ilmu keplanetan dari University of Arizona yang terlibat penelitian ini.

Ia mengatakannya dalam konferensi pers yang diadakan NASA. "Penjelasan paling masuk akal dari hasil observasi sejauh ini adalah aliran air asin," sambung McEwen.

Meski demikian, ia buru-buru menegaskan bahwa hasil observasi yang dipublikasikan hari ini di jurnal Science ini bukanlah bukti keberadaan aliran air secara langsung. Meski demikian, alternatif penjelasan selain air mengalir masih belum ada.

"Membandingkan dengan Bumi, sulit menjelaskan bahwa guratan terbentuk dari aliran zat lain.

Pertanyaannya adalah, apakah ini terjadi di Mars, dan bila ya, mengapa hanya di tempat tertentu," jelas Richard Zurek, pimpinan proyek MRO dari Jet Propulsion Laboratory NASA.

McEwen menjelaskan, dari guratan yang ditinggalkan, tampak bahwa air yang mengalir memiliki kekentalan yang tinggi, membuatnya lebih mirip dengan aliran sirup.

Namun, McEwen menuturkan, "Kami belum tahu salinitas atau keasinan dari air yang mengalir itu."

Guratan-guratan itu merupakan guratan musiman yang terbentuk di musim panas membuat penampakan gelap dan seolah menghilang di musim dingin.

Guratan sudah ditemukan di 7 lokasi dan kemungkinan di 20 lokasi lainnya lagi. Salah satunya ada di sekitar kawah Newton.

Setiap lokasi penemuan kurang lebih memiliki 1000 guratan yang jika dilihat berbentuk seperti jari.

Lisa M Pratt, pakar biogeokimia dari Indiana Univerity mengatakan, guratan yang ditemukan bisa berpotensi menjadi tempat tinggal makhluk hidup, jika memang ada.

Di Bumi, mikroba bisa hidup di air asin yang tak pernah membeku, atau bahkan bisa mengalami dormansi di air beku.

"Ini sangat spekulatif karena kita tidak tahu apakah ada organisme di sana, atau apakah pernah ada sebelumnya," kata Pratt seperti dikutip the New York Times hari ini.

Guratan-guratan pada kawah Mars itu pertama kali terobservasi oleh pelajar University of Arizona, Lujendra Ojha. Ia tengah mempelajari perubahan kecil yang ada di planet Mars ketika akhirnya menemukan struktur guratan tersebut.

"Saya bingung saat pertama kali melihatnya dalam gambar setelah saya memproses dengan algaritma," kata Ojha.

"Tapi kami akhirnya sadar bahwa guratan itu ialah struktur berbeda dari yang ditemukan sebelumnya. Kami melihat bahwa ini struktur musiman dan bisa tumbuh hingga 200 meter dalam 2 bulan," sambung Ojha.

Konfirmasi struktur guratan yang tampak gelap dengan Compact Reconaissance Imaging Spectrometer for Mars (CRISM) memang tak menunjukkan tanda keberadaan aliran air secara langsung.

Tapi, ini tak menutup kemungkinan adanya aliran air yang cepat kering atau hanya dalam jumlah sedikit di bagian sub permukaan.

Menjelaskan penampakan guratan yang gelap dan kemampuannya berubah menjadi terang, McEwen mengatakan, "Guratan tampak gelap bukan karena aliran air yang basah. Aliran air asin bisa menyusun kembali butiran-butiran atau mengubah kekasaran permukaan sehingga tampak gelap. Bagaimana guratan tampak terang lagi saat temperatur turun, belum ada penjelasan."

McEwen mengatakan, "Ini masih misteri saat ini. Tapi saya pikir ini misteri yang bisa dipecahkan dengan penelitian lebih lanjut."

Jumat, 10 Juni 2011

VFTS 682, Bintang Kesepian di Awan Magellan

Menggunakan very large telescope (VLT) di Cile, astronom berhasil menemukan bintang bernama VFTS 682 di Tarantula Nebula, Awan Magellan Besar, galaksi kecil yang bertetangga dengan galaksi kita Bimasakti.

Bintang itu serba lebih dibanding Matahari, memiliki massa 150 kali lebih besar dari Matahari dan 3 juta kali lebih cemerlang dari Matahari.


http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2011/05/30/1636062620X310.jpg

Namun, VFTS 682 tak seperti bintang seukurannya yang biasanya ditemukan di gugus bintang yang padat. VFTS 682 yang merupakan salah satu bintang paling terang yang pernah ditemukan dan memiliki suhu permukaan hingga 50.000 derajat celsius ini rupanya merupakan bintang kesepian.

Seperti dikutip Astronomy Now, Joachim Bestenlehner dari Observatorium Armagh di Irlandia Utara yang memimpin penelitian ini mengatakan, "Kami sangat terkejut menemukan bahwa bintang sebesar itu ternyata sendirian, bukan terletak di gugusan bintang yang padat." Hingga kini, menurut Bestenlehner, asal-usul bintang itu masih misterius.

http://www.astronomynow.com/news/n1105/26eso/eso1117b.jpg

Karena letak Tarantula Nebula berdekatan dengan wilayah pembentukan bintang dan VFTS 682 dekat dengan gugus R136, maka astronom menduga bahwa VFTS 682 mulanya tak sendirian. Menurut astronom, VFTS 682 mungkin terbentuk di gugus R136 dan selanjutnya terlontar keluar hingga ada dalam kesendirian.

Penjelasan tersebut mungkin menjadi jawaban teka-teki asal-usul VFTS 682. Tetapi, jikalau hal itu benar, satu pertanyaan lagi muncul. Energi macam apa yang bisa melontarkan bintang sebesar VFTS 682 dari gugusnya?

Yang pasti, penemuan ini akan menantang pemahaman tentang bintang masif yang berkembang kini. Penemuan ini dipublikasikan di jurnal Astronomy & Astrophysics.

Ditemukan, Planet Raksasa Tanpa Bintang

Para ahli astronomi mengatakan bahwa mereka telah menemukan planet-planet raksasa yang tidak memiliki bintang induk.

Setelah melakukan pencarian selama dua tahun, ditemukan 10 planet raksasa berukuran Jupiter di bintang terdekat, namun beberapa di antaranya mengambang bebas di galaksi Bima Sakti, alias tidak memiliki bintang induk. Demikian seperti yang dikutip dari AFP.


http://i.okezone.com/content/2011/05/19/56/458621/l9Ho1r7uJV.jpg

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal sains Nature, memberikan pandangan baru atas pengetahuan mengenai planet. Ada lebih dari 500 planet tanpa bintang yang ditemukan sejak tahun 1995, namun penemuan ini adalah kali pertama ditemukan sebuah planet tanpa bintang yang berukuran raksasa.

Teori planet menyebutkan bahwa planet terbentuk dari debu dan gas dari bintang mereka. Jurnal Nature menyebut bahwa planet-planet tanpa bintang ini mungkin adalah planet yang memiliki jarak sangat jauh dari bintang mereka, hingga tidak lagi terpengaruh oleh gravitasi bintang induknya.

Penelitian yang ditulis dalam jurnal sains Nature tersebut, ditulis oleh dua tim yang menggunakan gravitasi tingkat mikro untuk menganalisis 10 juta bintang di galaksi Bima Sakti dalam kurun waktu dua tahun.

White Hole Kemungkinan Hadir di Alam Semesta

Anda pernah mendengar black hole? Ia merupakan sebuah celah gelap di ruang angkasa yang menghisap seluruh benda yang ada di sekelilingnya dan melemparnya ke ruang ketiadaan. Kini sejumlah ilmuwan menyebutkan bahwa pernah ada bukti akan adanya lawan dari black hole.

Kebalikan dari black hole, white hole atau lubang putih tidak menghisap benda di sekeliling namun memuntahkan material yang berasal dari tempat antah berantah ke alam semesta kita.


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg2zyB1wVaNY0EZLyd5UzbwBQI4sp1IIelnTbSzg-b-syfSmuJs3kO5INUlUl2Nw5GHJHMMh3P27RNo1WoFO5KGU1rA22mU7aDtFg0izaOTIxAD3Dy08WIqHQoo_kdT5odLEI5OOJhTjXy7/s1600/500x_custom_1280856711880_white-hole.jpg

Alam semesta kita sendiri merupakan tempat yang aneh, dan lubang hitam merupakan salah satu hal yang paling aneh yang hadir di dalamnya. Namun secara matematik, lubang hitam harusnya bisa dibalikkan, artinya, ada sesuatu yang memuntahkan material, tidak menghisapnya.

Dikutip dari Dvice, lubang putih beroperasi dengan modus yang berbeda dengan lubang hitam. Mereka mendadak muncul untuk masa waktu yang singkat. Mereka kemudian melontarkan sejumlah material ke alam semesta lalu mereka sendiri runtuh, membentuk lubang hitam dan kemudian tidak pernah tampak lagi.

Perilaku lubang putih seperti ini sangat sulit untuk diamati. Namun peneliti yakin bahwa mereka telah menemukan salah satu di antaranya.

Pada tahun 2005 lalu, sebuah tembakan sinar gamma berhasil terekam namun ia tidak hadir bersama dengan supernova yang umumnya memicu hadirnya lontaran sinar gamma tersebut. Ada kemungkinan, ia hadir akibat runtuhnya sebuah lubang putih.

Yang menarik seputar lubang putih adalah pembentukan material mereka serupa dengan apa yang disebut Big Bang, atau yang disebut-sebut merupakan fenomena terbentuknya seluruh alam semesta. Ini membuat white hole disebut juga sebagal ‘Small Bangs’.

White hole tidak memiliki koordinat ruang dan waktu yang pasti dan tidak bisa dideteksi sama sekali. Mereka bisa secara mendadak muncul kapan saja, di mana saja dan melakukan aktivitas mereka sebelum kembali menghilang.

Sejauh ini, keberadaan white hole memang masih bersifat dugaan. Akan tetapi, black hole juga hanya merupakan dugaan sampai keberadaannya benar-benar diketahui pada beberapa dekade terakhir. Dan seperti yang diucapkan oleh fisikawan Murray Gell-Mann, apapun yang tidak dilarang adalah wajib.

Artinya, setidaknya dari sudut pandang mekanikal kuantum, lubang putih pasti ada di salah satu sudut alam semesta.

Gerhana Bulan 16 Juni Lebih Spektakuler

Tahun ini akan terjadi dua kali gerhana bulan total yang bisa terlihat di Indonesia, yaitu pada 16 Juni dan 10 Desember 2011. Saat itu, bulan akan muncul dengan warna baru dan mengalami proses gerhana yang cukup panjang. “Spektakuler untuk disaksikan,” kata Direktur Observatorium Bosscha, Lembang, Jawa Barat, Hakim L. Malasan.


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyVKIBwx98eI3DMSjyl0HQFUaFuq1-Rq0y0wtITodV1WTe-qTcspCiIwXdu3gE2078lY8CVLj6Rv1mthfot7qsiwEoFyCazDC551mmqBaMCdfjRkn-w0Kiq8qCXdA1iUD91G9XAJlv2m-z/s320/lunar+eclipse.jpg
Ilustrasi

Gerhana bulan total akan terjadi pada 16 Juni dini hari dan bisa disaksikan dari seluruh wilayah di Indonesia. Di Indonesia bagian barat, proses gerhana akan dimulai pukul 01.25 hingga 05.04 WIB. “Bulan akan mulai tertutup pukul 02.25 dan totalnya pada 03.14 WIB”, ujarnya.

Hakim mengatakan, proses gerhana ini cukup lama atau panjang dibanding gerhana bulan total biasanya karena terjadi dini hari hingga menjelang fajar. Ia juga menyarankan umat Islam agar melakukan sholat gerhana dulu sebelum subuh. “Biasanya gerhana bulan pada malam hari, kali ini menjelang pagi” katanya.

Fenomena alam itu rencananya akan disiarkan langsung lewat Internet oleh Observatorium Bosscha bersama jaring pengamatan hilal dan pemerintah yang bakal melakukan uji coba streaming baru. Kerjasama ini, kata Hakim, melibatkan observatorim di Yogyakarta, Aceh, Pakanbaru, Lapan di Pameungpeuk, dan Mataram. “Direkam dengan teropong, lalu disiarkan di Internet,” ujarnya.

Menjelang 1 Ramadhan atau puasa, momen gerhana juga akan dipakai untuk uji coba penghitungan hisab. Adapun bagi para astronom, gerhana bulan total bisa dimanfaatkan untuk melihat tingkat kebersihan atau kekotoran atmosfer.

Saat gerhana bulan, kata Hakim, cahaya matahari masih dapat menerobos celah atmosfer bumi hingga sampai ke bulan. Akibatnya di langit, bulan tidak tampak hilang atau berwarna hitam penuh seperti saat gerhana matahari total. “Cahaya bulan hanya redup saja, kemerahan. Itu akan jadi ukuran kotornya atmosfer kita,” ujarnya.

Dampak gerhana bulan total ini ke bumi hanya pada pasang surut laut. Menurut Hakim, gerhana tersebut juga bisa disaksikan penduduk negara lain di sekitar Indonesia hingga Mikronesia dan India.

Adapun gerhana bulan total kedua tahun ini akan terjadi pada 10 Desember 2011. Berbeda dengan gerhana 16 Juni, pada akhir tahun itu gerhana akan muncul sebelum tengah malam. Waktunya, kata Hakim, dimulai pukul 19.46 WIB. Total gerhana terjadi pukul 21.04 dan selesai 23.17.

Minggu, 15 Mei 2011

Satelit Voyager Dekati Batas Tata Surya

Kini Voyager berada di 17,4 milar km dari matahari.
Satelit yang paling jauh dari bumi, Voyager 1 saat ini telah menempuh perjalanan yang begitu panjang. Setelah 33 tahun melayang di luar angkasa, dilaporkan Voyager 1 telah mendekati pinggiran dari sistem tata surya kita.
Badan penerbangan dan antariksa AS NASA mengumumkan setelah menempuh sekitar 11 miliar mil (sekitar 17,4 miliar km) dari matahari, kini Voyager 1 hampir melampaui jarak antar bintang.
Kini satelit yang diluncurkan sejak 5 September 1977 telah mencapai suatu tempat di sistem tata surya kita, di mana tidak ada angin surya (partikel bermuatan yang mengalir dari matahari).
Seperti dikutip dari BBC, peneliti proyek Voyager Edward Stone mengatakan bahwa satelit ini diluncurkan ketika era antariksa baru berumur 20 tahun. "Jadi saat itu masih belum diketahui bahwa pesawat luar angkasa itu bisa bertahan begitu lama," kata Stone.
Saat itu manusia sama sekali tidak mengetahui berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk keluar dari sistem tata surya kita. Tapi, sekarang para ilmuwan memperkirakan bahwa Voyager 1 akan melampaui tata surya sekitar lima tahun lagi.
Sebenarnya, tujuan awal dari Voyager adalah untuk meneliti planet-planet luar seperti Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Tugas itupun telah dituntaskan oleh Voyager pada 1989. Tapi kemudian NASA mengutus Voyager 1 untuk terus mengarungi angkasa luar menuju pusat galaksi Bima Sakti.
Dibekali dengan paket tenaga radioaktif, instrumen milik Voyager masih terus berfungsi dengan baik dan terus mengirimkan datanya ke bumi. Dengan jarak miliaran km, pesan radio dari instrumen Voyager membutuhkan waktu sekitar 16 jam untuk sampai ke bumi.
Menurut Stone, instrumen Voyager yang memonitor angin surya di lokasi tersebut menangkap fenomena yang lain dari biasanya. Pada sistem tata surya kita terdapat wilayah heliosfer di mana, angin surya memancar dengan kecepatan supersonik.
Namun, setelah angin surya melampaui daerah bernama termination shock, kecepatannya akan melambat secara dramatis. Nah Voyager telah mencapai kondisi di mana kecepatan angin surya melambat hingga hampir nol.
Voyager masih terus mengarah ke daerah yang bernama heliopause, di mana secara 'resmi' merupakan daerah perbatasan antara tata surya kita dengan sistem surya lain. "Saat Voyager melewatinya, maka ia akan berada di ruang antarbintang.
Voyager terus bergerak ke arah heliopause dengan kecepatan 17 km per detik. "Itulah Voyager, pesawat luar angkasa yang telah bekerja selama 33 tahun, ia masih menunjukkan kepada kita hal lain yang benar-benar baru," kata Rob Decker, Voyager Low-Energy Charged Particle Instrument co-investigator.

Materi Gelap (Dark Matter)

Materi gelap adalah materi yang tidak dapat dideteksi dari radiasi yang dipancarkan atau penyerapan radiasi yang datang ke materi tersebut, tetapi kehadirannya dapat dibuktikan dari efek gravitasi materi-materi yang tampak seperti bintang dan galaksi. Perkiraan tentang banyaknya materi di dalam alam semesta berdasarkan efek gravitasi selalu menunjukkan bahwa sebenarnya ada jauh lebih banyak materi daripada materi yang dapat diamati secara langsung. Terlebih lagi, adanya materi gelap dapat menyelesaikan banyak ketidakkonsistenan dalam teori dentuman dahsyat.
Sebagian besar massa di alam semesta dipercaya berada dalam bentuk ini. Menentukan sifat dari materi gelap juga dikenal sebagai masalah materi gelap atau masalah hilangnya massa, dan merupakan salah satu masalah penting dalam kosmologi modern.
Pertanyaan tentang adanya materi gelap mungkin tampak tidak relevan dengan keberadaan kita di bumi. Akan tetapi, ada atau tidaknya materi gelap ini dapat menentukan takdir terakhir dari alam semesta. Kita mengetahui bahwa sekarang alam semesta mengalami pengembangan karena cahaya dari benda langit yang jauh menunjukkan adanya pergeseran merah. Banyaknya materi biasa yang terlihat di alam semesta tidaklah cukup untuk membuat gravitasi menghentikan pengembangan, dan dengan demikian pengembangan akan berlanjut selamanya tanpa adanya materi gelap. Pada prinsipnya, jumlah materi gelap yang cukup di alam semesta dapat menyebabkan pengembangan alam semesta berhenti, atau kebalikannya (yang akhirnya membawa kita pada Big Crunch). Pada prakteknya, sekarang banyak anggapan bahwa gerakan-gerakan alam semesta didominasi oleh komponen lainnya, energi gelap.

10 Keanehan Luar Angkasa

Banyak keanehan-keanehan didunia ini, tidak hanya dibumi tapi diluar angkasa sana juga terdapat keanehan-keanehan yang masih menjadi sebuah misteri dan sangat menarik untuk kita bahas, dan inilah kesepuluh keanehan yang ada diluar angkasa sana.

1. Tabrakan Antar Galaksi
Ternyata galaksi pun dapat saling "memakan" satu sama lain. Yang lebih mengejutkan adalah galaksi Andromeda sedang bergerak mendekati galaksi Bima Sakti kita. Gambar di atas merupakan simulasitabrakan Andromeda dan galaksi kita , yang akan terjadi dalam waktu sekitar 3 milyar tahun. Credit: F. Summers/C. Mihos/L. Hemquist

2. Quasar
Quasar tampak berkilau di tepian alam semesta yang dapat kita lihat. Benda ini melepaskan energi yang setara dengan energi ratusan galaksi yang digabungkan. Bisa jadi quasar merupakan black hole yang sangat besar sekali di dalam jantung galaksi jauh. Gambar ini adalah quasar 3C 273, yang dipotret pada 1979. Credit: NASA-MSFC

3. Materi Gelap (Dark Matter)
Para ilmuwan berpendapat bahwa materi gelap (dark matter) merupakan penyusun terbesar alam semesta, namun tidak dapat dilihat dan dideteksi secara langsung oleh teknologi saat ini. Kandidatnya bervariasi mulai dari neotrino berat hingga invisible black hole. Jika dark matterbenar-benar ada, kita masih harus membutuhkan pengetahuan yang lebih baik tentang gravitasi untuk menjelaskan fenomena ini. Credit: Andrey Kravtsov

4. Gelombang Gravitasi (Gravity Waves)
Gelombang gravitasi merupakan distorsi struktur ruang-waktu yang diprediksi oleh teori relativitas umum Albert Einstein. Gelombangnya menjalar dalam kecepatan cahaya, tetapi cukup lemah sehingga para ilmuwan berharap dapat mendeteksinya hanya melalui kejadian kosmik kolosal, seperti bersatunya dua black hole seperti pada gambar di atas.LIGO dan LISA merupakan dua detektor yang didesain untuk mengamati gelombang yang sukar dipahami ini. Credit: Henze/NASA

5. Energi Vakum
Fisika Kuantum menjelaskan kepada kita bahwa kebalikan dari penampakan, ruang kosong adalah gelembung buatan dari partikel subatomik "virtual" yang secara konstan diciptakan dan dihancurkan. Partikel-partikel yang menempati tiap sentimeter kubik ruang angkasa dengan energi tertentu, berdasarkan teori relativitas umum, memproduksi gaya antigravitasi yang membuat ruang angkasa semakin mengembang. Sampai sekarang tidak ada yang benar-benar tahu penyebab ekspansi alam semesta. Credit: NASA-JSC-ES&IA

6. Mini Black Hole
Jika teori gravitasi "braneworld" yang baru dan radikal terbukti benar, maka ribuan mini black holes tersebar di tata surya kita, masing-masing berukuran sebesar inti atomik. Tidak seperti black hole pada umumnya, mini black hole ini merupakan sisa peninggalan Big Bang dan mempengaruhi ruang dan waktu dengan cara yang berbeda. Credit: NASA-MSFC

7. Neutrino
Neutrino merupakan partikel elementer yang tak bermassa dan tak bermuatan
yang dapat menembus permukaan logam. Beberapa neutrino sedang menembus tubuhmu saat membaca tulisan ini. Partikel "phantom" ini diproduksi di dalam inti bintang dan ledakan supernova. Detektor diletakkan di bawah permukaan bumi, di bawah permukaan laut, atau ke dalam bongkahan besar es sebagai bagian dari IceCube, sebuah proyek khusus untuk mendeteksi keberadaan neutrino. Credit: Jeff Miller/NSF/U. of Wisconsin-Madison

8. Ekstrasolar Planet (Exoplanet)
Hingga awal 1990an, kita hanya mengenal planet di tatasurya kita sendiri. Namun, saat ini astronom telah mengidentifikasi lebih dari 200 ekstrasolar planet yang berada di luar tata surya kita. Pencarian bumi kedua tampaknya belum berhasil hingga kini. Para astronom umumnya percaya bahwa dibutuhkan teknologi yang lebih baik untuk menemukan beberapa dunia seperti di bumi. Credit: ESO

9. Radiasi Kosmik Latar belakang
Radiasi ini disebut juga Cosmic Microwave Background (CMB) yang merupakan sisa radiasi yang terjadi saat Big Bang melahirkan alam semesta. Pertama kali dideteksi Pada dekade 1960 sebagai noise radio yang nampak tersebar di seluruh penjuru alam semesta. CBM dianggap sebagai bukti terpenting dari kebenaran teori Big Bang. Pengukuran yang akurat oleh proyek WMAP menunjukkan bahwa temperatur CMB adalah -455 derajat Fahrenheit (-270 Celsius). Credit: NASA/WMAP Science Team

10. Antimateri
Seperti sisi jahat Superman, Bizzaro, partikel (materi normal) juga mempunyai versi yang   
berlawanan dengan dirinya sendiri yang disebut antimateri. Sebagai contoh, sebuah elektron memiliki muatan negatif, namun antimaterinya positron memiliki muatan positif. Materi dan antimateri akan saling membinasakan ketika mereka bertabrakan dan massa mereka akan dikonversi ke dalam energi melalui persamaan Einstein E=mc2. Beberapa desain pesawat luar angkasa menggabungkan mesin antimateri. Credit: Penn State U. /NASA-MSFC

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | GreenGeeks Review